Minggu, 08 Desember 2013

Posted by Unknown |
 I.     PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pemikiran kaum klasik telah membawa perubahan besar dalam bidang ekonomi. Salah satu hasil pemikiran kaum klasik telah mempelopori pemikiran sistem perekonomian liberal. Dalam pemikiran kaum klasik bahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan berkembang apabila perekonomian diserahkan kepada pasar. Peran pemerintah terbatas kepada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan infrastruktur.
Peran pemerintah dalam pembangunan harus dibatasi dan berorientasi kepada pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Campur tangan pemerintah yang berkelebihan dalam perencanaan pembangunan dikhawatirkan menimbulkan “Government Failure”, seperti birokrasi yang berkelebihan, KKN, dan lain sebagainya. Membatasi APBN dapat mengurangi defisit, karena akan menimbulkan ketidakstabilan di dalam ekonomi. Pemanfaatan kekuatan pasar yaitu mengembangkan pasar yang efisien, bebas dari monopoli, oligopoli, dan eksternal disekonomis. Oleh karena itu kebijakan pemerintah harus bersifat “Market Friendly”.
Beberapa tokoh ekonomi klasik seperti Adam Smith (1723-1790), Thomas Robert Malthus (1766-1834), Jean Baptiste Say (1767-1832), David Ricardo (1772-1823), Johan Heinrich von Thunen (1780-1850), Nassau William Senior (1790-1864), Friedrich von Herman, John Stuart Mill (1806-1873) dan John Elliot Cairnes (1824-1875) memperoleh kehormatan dari Karl Marx (1818-1883) atas keklasikan dalam mengetengahkan persoalan ekonomi yang dinilai tidak kunjung lapuk. Berbeda dengan kaum Merkantilis dan Physiokrat, kaum klasik memusatkan analisis ekonominya pada teori harga. Kaum klasik mencoba menyelesaikan persoalan ekonomi dengan jalan penelitian faktor permintaan dan penawaran yang menentukan harga.
Sebelum tahun 1930-an, aliran pemikiran liberal dari ekonom klasik mendominasi perekonomian global. Dalam aliran klasik mereka meyakini bahwa mekanisme laissez faire (bebas berusaha) dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat secara otomatis dengan tercapainya tingkat kegiatan ekonomi nasional yang optimal (full employment ). Pada suatu saat tertentu GDP mungkin berada di bawah atau di atas tingkat full employment, tetapi kemudian akan segera kembali ke tingkat full employment secara otomatis. Sehingga intervensi pemerintah untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi jangka pendek tidak diperlukan. Menurut mereka peran Pemerintah harus dibatasi seminimal mungkin, karena kinerja pihak swasta lebih efisien dari pada pemerintah.
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1.    Siapa tokoh-tokoh pemikir klasik lainnya?
2.    Bagaimana perkembangan pemikiran dari Thomas Malthus, David Ricardo, Jean Baptiste Say, John Stuart Mill?
1.3  Tujuan dan Manfaat
Berdasarkan rumusan masalah dapat diketahui tujuan dan manfaat sebagai berikut :
1.     Mengetahui tokoh-tokoh pemikir klasik lainnya.
2.    Mengetahui perkembangan pemikiran dari Thomas Malthus, David Ricardo, Jean Baptiste Say, John Stuart Mill.
  
                                                              II.     PEMBAHASAN

2.1  Pemikiran Tokoh Thomas Robert Malthus (1766-1834)
Thomas Malthus dianggap sebagai tokoh klasik setelah Adam Smith yang banyak berjasa dalam pemikiran ekonomi. Malthus menimba ilmu di St.John’s College, Cambridge, Inggris, dan kemudian melanjutkan ke East India College. Untuk pertama kalinya ekonomi politik disiplin ilmu tersendiri. Buku yang ditulisnya : Principles of political economy (1820), definition of political economy (1827), Essay on the principle of population as it affect the future improvement of society (1798), An inquiry into the nature and progress of rent (1815).
Disalah satu bukunya terdapat pikiran yang tidak sejalan antara malthus dengan smith. Dimana smith optimis akan kehidupan manusia namun malthus pesimis dengan hal itu. Penyebab pesimisme Malthus ialah dari faktor tanah. Karena tanah merupakan salah satu faktor produksi yang tetap jumlahnya. Malthus mengamati manusia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan produksi hasil-hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia berkembang sesuai dengan deret ukur sedangkan pertumbuhan produksi makanan hanya meningkat sesuai dengan deret hitung. Karena perbedaan tersebut, maka malthus meramalkan akan terjadi bencana yang menimpa manusia.
Berbagai masalah timbul karena adanya tekanan penduduk tersebut, yang pada akhirnya akan berkelanjutan terhadap standar hidup manusia. Baik dalam arti ruang maupun output. Anehnya dalam menghadapi masalah orang selalu menyalahkan keadaan dan lingkungan, akan tetapi tidak pernah menyalahkan diriya sendiri. Dalam bukunya “essays on the principles of population” malthus menguraikan bahwa satu-satunya cara untuk menghindar dari bencana ialah melakukan kontrol atau pengawasan atas pertumbuhan penduduk atau dengan program keluarga berencana. Pandangan diatas dipandang pesimis. Dalam kenyataannya produktivitas tenaga kerja selalu meningkat tiap tahun yang dimulai dari revolusi industri yang kemudian dilanjut dengan revolusi hijau serta revolusi biru. Kenyataan tersebut menunjukan bahwa kemakmuran masyarakat meningkat dari tahun ke tahun. Walau ramalan malthus dinilai berlebihaan, tetapi perlu diwaspadai sebab di beberapa negara di afrika, saat ini sering dilanda kelaparan. Sebagai catatan, perlu dikemukakan, jika seseorang berbicara tentang malthus maka ingatan orang akan lari pada teori populasi yang telah dijelaskan diatas. Sebetulnya selain tentang penduduk, karyanya dibidang lain juga ada.
2.2  Pemikiran Tokoh David Ricardo (1772-1823)
David Ricardo tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang cukup, namun ia telah menggeluti dunia pasar modal sejak usia 8 tahun sehingga ia paham akan dunia ekonomi. Ia memulai karirnya sebagai ekonom pada usia 42 tahun. Buku-buku pertamanya banyak membahas tentang keuangan dan perbankan.
David Ricardo sependapat dengan Smith bahwa labor memengang peran penting dalam perekonomian yang kemudian dikembangkan menjadi teori harga relatif berdasarkan biaya produksi yaitu biaya labor memegang peran penting dalam perekonomian-perekonomian yang kemudian dikembangkan menjadi teori harga relatif berdasarkan biaya produksi yaitu biaya kapital.
Perbedaan David Ricardo dengan Smith terletak pada penekanan, Smith menekankan pada masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhan, sedangkan David Ricardo lebih menekankan pada masalah pemerataan pendapatan diantara berbagai golongan dalam masyarakat.
Ricardo mengemukakan beberapa teori (the principles of political economy and taxation) yaitu :
1.    Teori nilai kerja
2.    Teori sewa tanah
3.    Teori upah alami
4.    Teori uang
5.    Teori keuntungan komparatif
Teori tanah dijelaskannya bahwa jenis tanah berbeda-beda, ada yang subur, kurang subur, dan tidak subur. Makin rendah tingkat kesuburan tanah, makin tinggi biaya rata-rata dan biaya marjinal untuk mengolah tanah tersebut. Makin tinggi biaya, maka keuntungan per hektar tanah menjadi semakin kecil, untuk itu sewa tanah yang lebih subur lebih tinggi dibandingkan dengan sewa tanah yang kurang subur bahkan tidak subur sama sekali. Bagi Ricardo yng menentuka tingginya tingkat sewa tanah adalah tanah marjinal, yaitu tanah yang paling tidak subur yang terakhir sekali masuk pasar.
Teori nilai kerja dan upah alami dijelaskan bahwa nilai tukar suatu barang ditentukan oleh ongkos yang perlu dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut. Ongkos tersebut terdiri dari biaya bahan mentah dan upah buruh. Upah buruh ini besarnya hanya cukup untuk sekedar dapat bertahan hidup dan disebut dengan upah alami. Ricardo menyimpulkan bahwa yang paling menentukan tingkat harga suatu barang adalah tingkat upah alami atau upah besi menurut kaum sosialis.
Teori Ricardo lainnya ialah teori keuntungan komparatif atau teori keuntungna berbanding, menurutnya setiap kelompok masyarakat atau negara sebaiknya menkhususkan diri menghasilkan produk-produk yang dihasilkan lebih efisien. Dengan teori keuntungan berbanding tersebut, tidak diragukan lagi kalau ia dianggap sebagai arsitek utama perdagangan bebas. Pakar ekonomi klasik menyatakan bahwa pengaturan tata niaga ini akan lebih banyak mendatangkan kemelaratan dari pada keuntungan.  
2.3  Pemikiran Tokoh Jean Baptiste Say (1767-1823)
J.B. Say berasal dari Prancis. Lahir pada tanggal 5 Januari 1767. Seperti halnya Ricardo, J.B. Say juga berasal dari kalangan pengusaha, bukan dari kalangan akademis. Keterkaitannya dengan pengembangan teori-teori juga berlangsung pada waktu ia sudah memasuki usia senja, mendekati usia 50 tahun. Ia sangat memuja pemikiran-pemikiran Smith. Sebagai pendukung yang loyal, ia sangat berjasa dalam menyusun dan melakukan kodifikasi terhadap pemikiran-pemikiran Smith secara sistematis. Hasil kerjanya dirangkum dalam bukunya Traite d’Economie Politique (1903). Apa yang dilakukan oleh Baptiste Say ini sangat membantu dalam memahami pemikiran-pemikiran Smith dalam buku The Wealth of Nations, yang bahasanya relatif sulit dicerna oleh orang awam.
Kontribusi Say yang paling besar terhadap aliran klasik ialah pandangannya yang mengatakan bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri (supply creates its owm demand). Pendapat Say di atas disebut Hukum Say (Say’s Law). Hukum Say didasarkan pada asumsi bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. Setiap ada produksi, akan ada pendapatan yang besarnya persis sama dengan nilai produksi tadi. Dengan demikian, dalam keadaan seimbang, produksi cenderung menciptakan permintaanya sendiri akan produksi barang yang bersangkutan.
Dengan dasar asumsi seperti ini ia menganggap bahwa peningkatan pendapatan, yang akhirnya akan selalu diiringi oleh peningkatan permintaan. Jadi, dalam perekonomian yang menganut pasar persaingan sempurna tidak akan pernah terjadi kelebihan penawaran (excess supply). Kalaupun terjadi, sifatnya hanya sementara. Pasar lewat “tangan tak kentara” akan mengatur dirinya kembali kearah keseimbangan. Misalnya, kalau penawaran terlalu besar dibanding permintaan, stok barang naik, dan harga-harga di pasar akan turun. Turunnya harga ini menyebabkan produksen enggan berproduksi, sehingga jumlah barang yang ditawarkan kembali sama dengan jumlah barang yang diminta.
Pendapat Say bahwa “produksi akan selalu menciptakan permintaan sendiri” menjadi pedoman dasar dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan itu kemudian dikritik sangat keras sebagai pangkal tolak terjadinya depresi besar-besaran tahun 1930.
Selain terkenal dengan Hukun supply creates it’s own demand Say dapat dikatakan sebagai orang pertama yang berbicara tentang enterpreneur. Begitu juga ia adalah orang pertama yang berjasa mengklasifikasikan faktor-faktor produksi atas tiga bagian, yaitu tanah, labor dan kapital (land, labor and capital). Namun, teori-teorinya tersebut kalah tenar dibandingkan hukum say. Teori ini paling sering dikritik oleh Keynes sebagai pangkal sebab terjadinya depresi besar-besaran tahun 1930-an kemudian.
2.4  Pemikiran Tokoh John Stuart Mill (1806-1873)
Kebayakan pakar ekonomi sepakat bahwa ajaran klasik mencapai puncaknya ditangan J.S. Mill, bapak dari James Mill, juga seorang pakar ekonomi.
Mill dikenal sebagai penulis yang sangat berbakat. Reputasinya sebagai penulis diakui sewaktu ia menerbitkan buku pertama, A System of logic tahun (1843), yang kedua, On the liberty tahun (1859) dan buku yang dikenal lebih luas Essay on Some Unsettled Questions of Political Ekonomy dan Principles Ekonomy With Some of Their Applications to Social Philosophy (1848).
Buku yang terakhir Principles of Political Ekonomy dimaksudkan untuk menyarikan teori-teori ekonomi pada masanya buku tersebut dianggap sebagai apogee dan mazhab klasik, mulai dari pandangan Smith, Malthur, Ricardo, dan Say. Dalam buku tersebut Mill, individualisme tidak lagi tampil kasar dan kaku. Sebagai sesama kaum klasik D John Stuart Mill selalu menentang pihak-pihak yang menuduh paham laissez taise sebagai ilmu yang menyedihkan dan muram (disma) science dan menuduh teori upah Ricardo sebagai teori “upah besi”.
J.S. Mill juga tidak terlalu kaku dengan campur tangan pemerintah, Mill membolehkan campur tangan pemerintah berupa peraturan-peraturan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat membawa ke arah peningkatan efisiensi dan penciptaan iklim yang lebih baik dan lebih pantas.
J.S. Mill dalam buku-buku ajar tentang pemikiran ekonomi selalu dimasukan ke dalam aliran Klasik walaupun diakhir hayatnya ia menyebut dirinya sendiri “sosialis”.


                                                                                                          III.     PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Selain Adam Smith, masih ada tokoh-tokoh pemikir klasik lainnya, diantaranya Thomas Malthus, David Ricardo, Jean Baptiste Say, dan John Stuart Mill. Thomas Malthus dianggap sebagai tokoh klasik setelah Adam Smith yang banyak berjasa dalam pemikiran ekonomi. Pemikiran yang tidak sejalan antara Malthus dengan Smith. Dimana smith optimis akan kehidupan manusia namun Malthus pesimis dengan hal itu. Penyebab pesimisme Malthus ialah dari faktor tanah. Karena tanah merupakan salah satu faktor produksi yang tetap jumlahnya.
David Ricardo sependapat dengan Smith bahwa labor memengang peran penting dalam perekonomian yang kemudian dikembangkan menjadi teori harga relatif berdasarkan biaya produksi yaitu biaya labor memegang peran penting dalam perekonomian-perekonomian yang kemudian dikembangkan menjadi teori harga relatif berdasarkan biaya produksi yaitu biaya kapital.
Kontribusi J.B. Say yang paling besar terhadap aliran klasik ialah pandangannya yang mengatakan bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri (supply creates its owm demand). Pendapat J.B. Say di atas disebut Hukum Say (Say’s Law). Hukum Say didasarkan pada asumsi bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan.
J.S. Mill berpandangan bahwa campur tangan pemerintah berupa peraturan-peraturan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat membawa ke arah peningkatan efisiensi dan penciptaan iklim yang lebih baik dan lebih pantas.
3.2  Saran
Dengan adanya tokoh-tokoh klasik lainnya diharapkan pemikiran-pemikiran mengenai teori ekonomi dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Deliarnov. Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Jakarta : Rajawali Pers, 2010
Boediono, Ekonomi Makro, Yogyakarta: BPFE, 1982, hal. 18.
Ibid, hal. 60.
Posted by Unknown |
·      Membuat Background
1.        Buka MS Power Point 2007
2.        Hilangkan tulisan click add to title dan click add to subtitle dengan cara pada tab home kategori slide klik layout pilih blank
3.    Klik kanan pada lembar kerja MS Power Point 2007 sehingga muncul menu pop up pilih format background (paling bawah)
4.        Pada tab fill pilih picture or texture fill (muncul menu pilihan lainya)
5.        Klik insert from File…. Pilih gambar yang kamu sukai klik insert
6.        Klik tab picture, klik recolor pilih background color 2 light (pojok kiri paling bawah)
7.        Klik Close (anda telah selesai membuat background)
                                           
·      Membuat Shapes
1.    Klik menu inser pilih shapes, setelah muncul pilihan shapes pada kategori rectangles pilih rounded rectangle
2.        Klik and drag pada layar.
3.        Klik diamond (warna kuning) dan geser kekanan sehingga membentuk setengah lingkaran
4.        Klik kanan pada shapes pilih size and position… setelah muncul menu size and position ubah ukuran size dengan height 0,3 inci dan width 7 inci klik coles
5.     Klik kanan pada shapes pilih format shapes setelah muncul menu format shapes pada fill pilih no fill, pada line color pilih solid line dengan color pilih black, text 1, pada line style ubah width menjadi 3 pt, kemudian klik close.
6.     Klik menu home, pada tab clipboard klik panah kecil dibawah paste, pilih duplicate, akan muncul shapes kedua.
7.     Klik kanan pada shapes pilih format shapes pada fill pilih gradient fill, pada pilihan warna “Preset color” pilih warna sesuai dengan pilihan anda, dan pada pilihan “Direction” pilih urutan warna sesuai dengan pilihan anda.
8.        Letakkan shape kedua sehingga menjadi satu dengan shapes pertama
9.        Anda telah selesai membuat shapes (objek kotak)

·      Membuat Text
1.     Klik menu insert pilih Word Art pilih salah satu bentuk word art, ketik tulisan Please wait…. while loading
2.     Klik Word Art yang telah anda buat klik home ubah ukuran font 20 pt atau sesuaikan dengan lebar shape, letakkan tulisan di dalam shapes (selesai membuat tulisan)

·      Membuat Animasi
1.     Klik shapes kedua yang warna hijau, klik menu animation, pilih custom animation, hilangkan tanda centang pada on mouse click, dan beri centang automatically after isikan 00:10
2.        Klik Add effect geser ke Entrance pilih more effect pilih wipe klik Ok
3.     Pada tab custom animation klik kanan pada animatoin yang baru saja anda buat pilih effect option, muncul menu effect option. Pada effect ubah directoin from left, pada tab timing start pilih with privouse, delay isikan 0,5, speed isikan 10 secon, repeat pilih until end of slide klik Ok (selesai membuat animasi shapes)
4.        Klik text Please wait…. while loading, klik add effect geser ke entrance pilih wipe,
5.     Klik kanan pada animation kedua pilh effect option, pada effect ubah animation text by letter, pada tab timing ubah start pilih with privouse, delay isikan 0,5, speed isikan 0,3 secon, repeat pilih until end of slide klik Ok
6.        Klik add effect lagi geser ke emphasis pilih more effect pilih flash bulb ok
7.     Klik kanan pada animation ketiga pilih effect option, pada tab timing ubah start pilih with privouse, delay isikan 0,5, speed isikan 0,3 secon, repeat pilih until end of slide klik Ok
8.        Anda telah selesai membuat animasi pada text
9.        Untuk menampilkan hasil Animasi tekan tombol F5 pada Keyboard
                                         
                                               


~ Selamat Mencoba ~
Posted by Unknown |
I    PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kata manajemen mungkin berasal dari Bahasa Italia (1561) meneggiare yang berarti “mengendalikan”, terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa prancis menege yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), diman istilah inggris ini juga berasal dari bahasa iatalia. Bahasa prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahsa inggris menjadi management, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Namun, banyak pakar-pakar lain yang mendefenisikan arti manajemen itu sendiri, seperti George R Terry, mengatakan bahwa manajemen ialah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain. Dalam Encyclopedia of the Social Sciense dikatakan bahwa manajemen ialah suatu proses, dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Harold Koontz dan Cyril O’donnel, manajemen ialah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Haiman, mengatakan bahwa manajemen ialah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama. Sehingga dapat disimpulkan beberapa pokok penting dalam manjemen yaitu, adanya tujuan yang ingin dicapai, tujuan dicapai dengn mempergunakan kegiatan ornag lain, dan kegiatan-kegitan orang lain iu harus dibimbing dan diawasi.
Dalam manajemen juga terdapat beberapa fungsi, yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
1.2  Rumusan Masalah
            1.      Apakah yang dimaksud dengan sarana manajemen?
            2.      Ada berapa sarana yang digunakan dalam pelaksanaan suatu manajemen?
            3.     Apabila ada salah satu sarana yang tidak terpenuhi, mungkinkah kegiatan manajemen dapat berjalan              dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan?

1.3  Tujuan
1.      Untuk menjelaskan pengertian dari sarana manajemen.
2.      Untuk menjelaskan sarana dalam manajemen.
3.      Untuk mengetahui keberhasilan suatu manajemen apabila ada salah satu sarana yang tidak terpenuhi.

1.4  Manfaat
            1.      Dapat mengetahui pengertian dari sarana manajemen.
            2.      Dapat mengetahui sarana dalam manejemen.
            3.      Dapat mengetahui keberhasilan suatu manajemen apabila ada salah satu sarana yang tidank dipenuhi.

II    PEMBAHASAN

2.1 Definisi sarana majemen (tools)
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Sarana manajemen (tools) merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai suatu hasil yang telah ditetapkan. Tools (sarana) tersebut dikenal 6m, yaitu Men, Money, Materials, Machines, Methods, dan Markets. Kesemuanya  disebut sumberdaya.

2.2 Sarana Manajemen
1. Man
Sarana penting atau sarana utama dari setiap manajer untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu adalah manusia (men dan women). Berbagai macam aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan aktivitas itu dapat kita tinjau dari sudut proses, seperti : planning, organizing, staffing, directing, dan controlling. Dapat juga kita tinjau dari sudut bidang, seperti: penjualan, produksi, keuangan, personalia dan sebagainya. Untuk melakukan berbagai aktivitas tersebut kita perlukan manusia. , sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.Tanpa adanya manusia, manajemen tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Harus diingat bahwa manajer adalah orang yang mencapai hasil melakukan orang lain.
                
2. Money
Untuk melakukan berbagai aktivitas diperlukan uang, seperti upah atau gaji orang-orang yang membuat rencana, mengadakan pengawasan, bekerja pada proses produksi, membeli bahan-bahan, peralatan dan sebagainya. Maka dari itu,  Tidak dapat di hindari bahwa uang  sangat  di butuhkan. Uang merupakan salah satu unsur dari sarana manajemen. Uang merupakan alat tukar atau pengukur nilai serta sebangai transaksi jual beli. Besar kecilnya hasil kegiatan dapat di ukur dari jumlah uang  yang  beredar dalam perusahaan. Maka dari itu perusahaan memerlukan  uang., karena uang  sebagai  biaya ataupun modal. Akan tetapi biaya ataupun modal merupakan jumlah yang diinvestasikan dalam bentuk bahan dan tidak dapat di investasikan dalam bentuk lainnya sebelum bahan tersebut jadi dan terjual  sehingga menjadi uang. Dan jika uang diinvestasikan di bank maka dapat diharapkan pengembalian atas uang itu. Oleh karena itu  uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala ssesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji , tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta beberapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan sedemikian rupa agar tujuan yang ingin dicapai bila dinilai dengan uang lebih besar dari uang yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Kegagalan atau ketidaklancaran proses manajemen sedikit banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh perhitungan atau ketelitian dalam menggunakan uang.
             3.      Materials
 Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehenda.
Bahan (materials) tidak harus diartikan sebagai logam seperti dalam industri. Bahan bisa berarti informasi yang diolah misalnya dalam perkantoran atau lembaga pendidikan. Dalam proses pelaksanaan kegiatan, manusia menggunakan bahan-bahan (materials), karenanya dianggap pula sebagai alat atau sarana manajemen untuk mencapai tujuan. Demikian pula dalam proses pelaksanaan kegiatan, terlebih dahulu kemajuan teknologi dewasa ini, manusia bukan lagi sebagai pembantu bagi mesin seperti pada masa sebelum revolusi industri, makahan sebaliknya mesin telah berubah kedudukannya sebagai pembantu manusia. 
             4.      Methods (metode)
Secara etimologis, metode berasal dari kata 'met' dan 'hodes' yang berarti melalui. Sedangkan istilah metode adalah jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga 2 hal penting yang terdapat dalam sebuah metode adalah : cara melakukan sesuatu dan rencana dalam pelaksanaan.
Metode merupakan suatu cara atau tata cara yang dilakukan untuk mempermudah serta memberikan kelancaran dalam jalannya suatu  pekerjaan. Dalam melaksakan kerja, sangat dibutuhkan metode-metode kerja. Metode kerja tersebut sangat dibutuhkan karena dengan menggunakan metode kerja yang baik akan memberikan kemudahan serta memberikan kelancaran dalam jalanya suatu pekerjaan.
Pengertian lain dari metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki, atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan  guna mencapai tujuan yang di tentukan.
Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbanagan-pertimbangan untuk suatu sasaran, pertimbangan tentang fasilitas-fasilitas yang tersedia, pertimbangan penggunaan waktu, pertimbangan dalam  penggunaan uang, serta pertimbangan dalam kegiatan suatu usaha.
Metode dapat didefinisikan sebagai  sarana yang digunakan untuk mempermudah jalannya suatu kegiatan atau pekerjaan. Namun ada  beberapa hal yang perlu diingat dalam  penggunaan  metode ke dalam suatu  usaha atau kegiatan, yaitu  meskipun metode yang digunakan baik bahkan dapat dibilang sangat baik tetapi apabila hal tersebut tidak diimbangi dengan kualitas seseorang yang melakukan metode tersebut maka hasil yang akan di dapatkan pastinya tidak akan dapat memuaskan.
Sebagus apapun metode yang akan dilakukan atau dipergunakan maka hasilnya kembali lagi pada siapa yang akan melaksakan atau mengguanakan metode tersebut yaitu manusianya sendiri. Semua metode tidak akan berguna apabila manusia yang. menjalankanya tidak mengerti silsilah atau tidak mengerti bagaimana cara penggunaan metode tersebut. Dan metode tersebut baru akan berhasil apabila manusia yang menjalankan atau mengerjakannya sesuai sesuai dengan kualitas metode tersebut. Metode yang baik akan terealisasi dengan baik apabila manusia yang mengerjakannya berkualitas dan mengerti bagaimana cara menjalankan metode tersebut.
Jadi, suatu kegiatan atau pekerjaan dapat dikatagorikan berhasil menggunakan suatu meode kembali lagi kepada manusia yang menggunakannya. Dapat diartikan semuanya kembali kepada manusianya sendiri.
             5.      Markets
Bagi badan yang bergerak di bidang industri , maka sarana manajemen penting lainnya ialah pasar (markets). Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
 Tanpa adanya pasar bagi hasil produksi, jelas tujuan perusahaan industri tidak mungkin akan tercapai. Salah satu masalah pokok bagi perusahaan industri adalah minimal mempertahankan pasa yang sudah ada, bila mungkin berusaha mencari pasar baru bagi hasil produksinya. Oleh karena itulah, salah satu tujuan manajemen penting lainnya khusus bagi perusahaan industri dan umumnya bagi semua badan yang bertujuan untuk mencari laba markets atau pasar.
Berkenaan dengan unsur-unsur atau sumber daya ini harus diingat bahwa semua itu tidak tersedia secara berlimpah-limpah. Ada keterbatasan yang mengakibatkan pemanfaatannya harus dilakukan sehemat dan secermat mungkin. Dengan demikian proses manajemen yang baik harus bisa memanfaatkan keterbatasan tersebut untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
             6.      Machine
          Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Machine atau mesin peralatan yang dimiliki oleh kegiatan usaha yang digunakan untuk memberi kemudahan mengelola dan menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan tindakan lebih lanjut bagi perusahaan lain untuk lebih menciptakan nilai ekonomis tinggi, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.  

III    PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu. Dalam pelaksanaan manajemen ada beberapa fungsi diantaranya yaitu Perencanaan (planning),  Pengorganisasian (organizing), Pengarahan (directing).  
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets. Maka, dengan pelaksanaan sarana manajemen yang tepat semua dapat dikendalikan dengan baik dan sesuai dengan apa yang harapakan di awal perencanaan.

3.2 Saran

Dalam pelaksaan manajemen yang unggul maka diperlukan perencanaan yang seksama, pertimbangan dan pengambilan keputusan yang sehat, implementasi dan pemantauan keputusan dan pengoperasian yang hati-hati dan kreatif, serta kepedulian terhadap karyawan dan hasilnya, yang didasarkan pada ketrampilan manajemen serta gaya manajemen kelas satu. Ketrampilan ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff, pembuatan keputusan, penganggaran, inovasi, komunikasi, representasi, pengendalian, pengarahan dan pemberian motivasi, hubungan personal.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.wattpad.com/82304-4-tingkatan-manajerp=2/
http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/5-sarana-manajemen.pdf/
http://www.managementaccountingsystems.com/18/alat-alat-tools-manajemen.html/